Thursday, April 6, 2017

Tiga Hari Membuat Bento


“Kak, mau nggak kalau bekalnya dibuat bento seperti ini?”
“Waa, mau banget mi!”
“Kakak pengen bentonya bentuk apa?”
“Mm apa ya..bola thunderball ya!”
“Kalau Aisa maunya bentuk love ya mi!”

Itulah kira—kira percakapan saya dengan dua anak saya beberapa hari lalu saat saya memperlihatkan foto—foto bekal makanan yang dihias ala bento. Mereka senang melihatnya dan minta dibuatkan seperti dalam foto. Selama ini memang bekal makanan mereka saya buat sekadarnya saja tanpa dihias.  Saya pun lalu menantang diri sendiri untuk membuat bento selama minimal tiga hari berturut—turut.

Hari pertama

Si sulung minta dibuatkan bento berbentuk bola thunderball. Bentuknya seperti apa saya sendiri tidak tahu. Saya pun googling untuk mengetahui rupa bola thunderball. Ada-ada aja anak—anak, bola aja banyak macamnya. Ternyata bola thunderball itu terdapat di kartun Pikachu.

resep bento praktis

Pagi hari sebelum Subuh saya bangun untuk membuat nasi kuning, karena sebagian bola thunderball berwarna kuning. Saya nggak pake bumbu lengkap nasi kuning. Saya Cuma memblender kunyit, mencampurnya dengan air dan menyaringnya. Air kunyit saya pakai untuk menanak nasi menggunakan magic jar, agar nasi berwarna kuning. Tak lupa, nasi saya beri sedikit garam untuk perasa.

Setelah nasi kuning matang, saya mulai membuat bola thunderball. Bagian atas berwarna kuning dan bagian bawah berwarna putih. Garis—garis hitam dan bulatan hitam pada bola nasi menggunakan rumput laut yang dipotong—potong. Untuk lauknya, saya rebus sosis dan telur dadar yang diiris tipis—tipis sehingga bentuknya menyerupai mie. Sayurannya juga yang praktis aja, yakni jagung rebus.

Untuk si bungsu, bentonya berbentuk hati dengan dua mata dan bibir tersenyum. Lauknya sama, sosis dan telur. Bentonya saya hias dengan selada supaya cantik. Untuk si bungsu, bekal makanannay Cuma satu kotak karena waktu makannya hanya sekali.

Untuk snack si sulung, saya membuatkan roti pandan berbentuk domba yang diisi dengan mentega dan meises. Kebetulan ada cetakan roti berbentuk domba.

resep bento praktis

Walau tak sempurna, bento hari pertama cukup membuat dua anak saya senang. Si sulung melahap semua bekalnya termasuk sayur selada. Alhamdulillah, good job kids!

Hari kedua

Untuk snack si sulung, saya memberi dia bekal kentang goreng dan buah jeruk. Kentang gorengnya saya buat sendiri di rumah. Sehari sebelumnya, kentang sudah saya potong memanjang dan rebus sebentar biar besok paginya tidak terlalu lama menggorengnya. Esoknya, kentang dilumuri tepung terigu dan maizena yang sudah diberi garam, lalu digoreng sampai matang. Kenapa diberi tepung bumbu? Supaya kentang tidak terlalu lemas saat sampai waktu makan snack di sekolah.

Untuk lunch kakak dan adik, saya menggoreng udang dan tumis tempe kacang panjang. Udang saya lumuri tepung juga biar sedikit renyah. Mau pakai tepung bumbu yang sudah jadi juga bisa. Tapi, saya Cuma sesekali aja pakai tepung bumbu karena biasanya tepung bumbu instan mengandung pengawet dan MSG.

Untuk tumis tempe dan kacang panjang, bumbu yang saya pakai hanya bawang, garam, gula, dan kecap. Tempenya dipotong seperti korek dan digoreng terlebih dulu. Lebih enak kalau pakai saus tiram juga, tapi lagi gak ada stok saus tiram nih, jadi Cuma pakai kecap aja. Untuk sang adik, tumis tempenya minus kacang panjang nih karena dia masih suka milih—milih sayur. Mm, gak apa deh, bertahap, toh tempe juga terbuat dari sayur kacang kedelai yang kaya protein.

Oh ya, nasinya saya hias bentuk Pikachu atas requestnya si sulung dan bentuk muka tersenyum untuk si bungsu. Hehe, ga mirip Pikachu sih karena Pikachu kan warnanya kuning, Nah ini, putih. Tapi..gak sempat bikin nasi kuning, dan khawatir bosan kalau nasi kuning tiap pagi. Seperti biasa, hiasannya menggunakan rumput laut.

Alhamdulillah, bento hari kedua pun ludes dilahap si sulung sampai seladanya juga dimakan. Kalau tiap hari begini, saya semangat nih masaknya. Tapi si bungsu gak habis makannya, tapi walau begitu saya bersyukur ia mau makan nasi sendiri di sekolah.

Hari ketiga

resep bento praktis

Untuk snack si sulung, saya memberi biscuit saja yang kebetulan ada di rumah. Untuk lunchnya, saya buatkan omelet isi wortel, bakso dan keju. Bikin omelet itu kan praktis kalau masak pagi--pagi, tinggal isinya aja dikreasikan. Kan katan Chef Gordon Ramsay, masak itu gak harus ribet. Masak itu seharusnya cepat, mudah, dan lezat, kata salah satu juri masterchef USA itu. Ok noted chef, tambahin ya chef, sehat juga!

Untuk lunch si sulung, saya tambahin potongan tomat segar. Alhamdulillah, bento hari ketiga juga lumayan sukses. Anak-anak suka omeletnya karena ada rasa bakso dan keju yang umumnya disukai anak-anak. Saya sisipin wortel yang dipotong kecil—kecil untuk asupan vitamin A mereka. Yang kurang adalah, karena seladanya sudah mulai gak segar, si sulung yang biasanya menghabiskan selada dari bentonya, sekarang menyisakan dua lembar selada dalam kotak makannya. Memang, saya belinya sekalian buat stok bebrapa hari sehingga di hari berikutnya selada mulai berkurang kesegarannya.

Catatan dari Tantangan Tiga Hari Membuat Bento

Pengalaman menantang diri sendiri membuat bento selama tiga hari, membuat saya berfikir untuk memperhatikan beberapa hal jika ingin membuat bento lagi untuk anak.

  1. Sebaiknya bangun awal sekali agar lebih leluasa membuat bento.
  2. Siapkan bahan—bahan membuat bento sehari sebelumnya, misalnya saat saya akan menggoreng kentang, kentang sudah dipotong dan direbus sehari sebelumnya.
  3. Sebaiknya mempunyai cetakan bento untuk memudahkan membuat bento yang kita inginkan.
  4. Sebaiknya bento beraneka warna agar terlihat menarik. Misalnya warna kuning bisa didapat dari nasi kuning yang menggunakan kunyit, warna merah dari tomat, warna hijau dari sayuran, dan sebagainya.
Asyik sih sebenarnya membuat bento, walau sedikit repot. Senyum yang merekah dari wajah anak saat melihat kotak bekal makannya, bisa membuat hati senang. Juga, bisa mendekatkan ibu dan anak saat anak ikut serta menentukan dan membantu membuat bento. Walau lebih banyak bantuin nyicipi rumput lautnya, hehe.

Oh ya, bento di hari kedua dan ketiga memakai kotak makan dari Philips. Kotak makan ini bisa didapatkan kalau kita membeli blender Philips bertanda khusus. Satu set terdiri dari beberapa kotak dengan berbagai ukuran. Jadi, bisa kembaran si sulung dan si bungsu menggunakan lunch box dari Philips. Atau bisa juga dipakai untuk bekal makanan sekeluarga. Kalau sudah kosong, kotak yang kecil bisa dimasukkan ke kotak yang lebih besar sehingga menghemat tempat. Cocok banget buat tempat bekal piknik weekend besok!


25 comments:

  1. lucu bangeeet...
    Emang ya, mba buat anak-anak tuh emaknya harus kreatif. Terutama soal makannya.

    lunch box nya keren...

    ReplyDelete
  2. Judulnya typo mbak. Anak2 memang tergantung suasana bgt kalau makan. Bento gini bikin mrk happym 😊

    ReplyDelete
  3. Hehehe, betul harus bangun pagi sekali. Apalagi kalau bento kan hrs dikreasikan gak asal naruh aja.

    ReplyDelete
  4. saya juga lagi belajar bikin bento mbak krn tengah tahun anak udh masuk sekolah. harus bangun pagi ya demi anak heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah udah mau srkolah anaknya ha mba, selamatt

      Delete
  5. Kreatif sekali dirimu mba, pasti anak -anak suka menikmati makanan yang di hias seperti itu.

    ReplyDelete
  6. Lucuuu amat mba, next aku pengen beli cetakan bento ah biar anakku semakin bnyak makannya :)karena bentuknya yang unik hehehe

    ReplyDelete
  7. Juaaraaa bingitss mbak kaniaa. Lucu" mbaak bekal bentonyaa. Jd pingin incip hehehe. .

    ReplyDelete
  8. wah lucu sekali, ibu teladan deh, aku sih mana bisa kayak beginian , urusan di adpur itu kalau aku bikin ribet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lg semangt aja, setelah 3 hari kalah juga soalnya kehalang weekend

      Delete
  9. Anakku udah gede-gede. Tapi dibikinin bento lucu juga ya. Siapa tau mereka mau makan. Coba ah besok-besok.Semoga tidak males.Hihi..

    ReplyDelete
  10. Walaupun repot memang asyik ya mba ngebento itu..senang rasanya kalau anak suka

    ReplyDelete
  11. Bikin bento harus telaten ya mba. Aku nggak telaten walau pengen banget bisa buat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sebetulnya kurang telatrn juga tp ini lagi srmangat aja

      Delete
  12. Emaknya kreatif banget ya,,dulu sering bikin bento tapi sekarang karena sibuk ini itu jadi asal plek aja untuk bekal anak-anak hehe.

    ReplyDelete
  13. ih asik banget jika punya istri kreatif buat bekal. tidak anak - anak saya jika jadi suami akan bawa bekal supaya tidak jajan lagi diluar

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...